BeritaPendidikan

Era Revolusi Industri 4.0 Anak Sekolah Terancam Melawan Robot

Kuta, Cahayabali.com – Kemendikbud RI kembali menggelar event internasional bertajuk “International Symposium” di Bali. Dalam simposium ini dihadiri peserta dari berbagai negara yang membahas mengenai kesiapan dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0. Indonesia belum mencapai Revolusi Industri 4.0. Namun anak sekolah yang lulus pendidikan kedepan terancam bersaing melawan robot. Karena itu mereka tidak didesain untuk berkompetisi dengan robot, tapi anak yang didesain kedepan harus bisa menggunakan robot untuk menciptakan pekerjaan baru.

Saat ditemui disela-sela symposium, Dr. Ananto Kusuma Seta, selaku Staf Ahli Kemendikbud bidang Inovasi dan Daya Saing RI, mengatakan forum ini diharapkan menjadi bagian dari referensi untuk menjaring praktik-praktik dari manapun baik swata maupun negara lain untuk memperkokoh pendidikan. “Seperti kita ketahui, agenda Indonesia untuk lima tahun kedepan adalah penguatan sumber daya manusia. Disitulah letak pendidikan sebagai DNA bagi pembangunan sumber daya manusia itu,” ujarnya di lokasi simposium di The Stone Hotel Kuta, Senin (3/12/2018).

Kementerian saat ini melakukan pertemuan Isodel 2018 dalam rangka menjaring informasi dari berbagai pihak. Ini juga untuk meramu pendidikan 4.0 ke depan. “Kita belum pada industri 4.0. Karena itu bagaimana mendorong anak-anak kita bisa menjadi bagian dari solusi masa depan itu. Kita mengetahui dengan industri 4.0 robotisasi, kemudian otomasi sehingga pekerjaan-pekerjaan yang selama ini dilakukan rutin sifatnya kognitif akan diganntikan mesin dan robot. Pendidikan kedepan harus menjamin bahwa anak lulusan kita kedepan tidak bekerja pada pekerjaan yang dilakukan oleh robot,” ujarnya. (Kdk/CB)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close