Ni Putu Eka Wiryastuti
22 Juni 2011 - Redaksi - 1 Pembaca

Bupati Eka Himbau Pentingnya Kesehatan Bagi Perempuan
Cahaya Bali, Tabanan. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada awal periode kepemimpinannya. Khususnya berkaitan dengan penanggulangan kanker mulut rahim atau kanker serviks. Upaya penanggulangan penyakit itu dilaksanakan melalui kegiatan screening dengan metode inspeksi visual dengan asam asetat atau yang lebih dikenal dengan IVA.
Awalnya, tidak mudah menjalankan program tersebut. Di Tabanan, jumlah ibu atau perempuan yang terinfeksi kanker serviks terhitung cukup banyak. Di antara 1.615 perempuan yang bersedia diperiksa, yang positif kanker serviks 249 orang.
Eka terus mendorong jajarannya untuk terus merayu perempuan di Tabanan agar mau memeriksakan diri. Sedikit demi sedikit, jumlah perempuan yang menjadi target pemeriksaan IVA terus bertambah. Itu juga tidak terlepas dari keberadaan mobil sehat yang pelayanan utamanya ditujukan untuk pemeriksaan IVA. Belum lagi, ada kegiatan IVA masal yang rutin diselenggarakan setiap peringatan HUT Kota Tabanan sejak beberapa tahun terakhir.
Tidak mengherankan, menginjak tahun kelima, program tersebut telah menjangkau 70 persen lebih dari 80 persen perempuan yang menjadi target sasaran. "Tinggal setahun lagi, saya yakin Tabanan bebas kanker serviks," ujar Eka.
Menurut dia, kepedulian dirinya pada penanggulangan kanker serviks sejatinya muncul sejak menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tabanan pada 2009. Karena itu, saat resmi menjabat sebagai bupati, dia semakin mantap menjadikan program penanggulangan kanker serviks sebagai salah satu kegiatan unggulan pemerintahannya.

" Saya ingat, tidak mudah mengajak ibu-ibu memeriksakan diri. Karena yang diperiksa kan organ vitalnya," imbuh Eka mengenang awal mula dirinya terlibat dalam penanggulangan penyakit tersebut.
Karena itu, kini dia berharap seluruh ibu di Tabanan meningkatkan pemahaman serta kesadaran diri akan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit tersebut. Sebab, kanker serviks tidak hanya menggerogoti kesehatan perempuan, tetapi juga bisa merembet pada persoalan rumah tangga dan ekonomi.
"Pemikiran saya sederhana saja. Kalau ibu-ibu sehat, anak-anaknya juga akan sehat. Kalau ibu-ibu sehat, saya yakin Tabanan akan berprestasi. Sebab, peran perempuan dalam kegiatan pembangunan tidak bisa dipandang sebelah mata," ungkap istri Bambang Aditya itu.
Di bidang ekonomi, belum lama ini Eka meresmikan program badan usaha milik desa (BUM Des). Setidaknya sejauh ini ada 50 desa yang mendapatkan bantuan untuk membentuk badan usaha.
BUM Des itu diharapkan mampu melahirkan produk-produk yang menjadi andalan atau karakteristik masing-masing desa. Nanti produk-produk tersebut diserap lagi ke tingkat yang lebih luas, yakni melalui badan usaha milik daerah (BUMD). Lewat BUMD itulah, dicarikan market untuk produk-produk tersebut.
Dalam program itu, Eka lagi-lagi menekankan keikutsertaan para perempuan. Terutama di wilayah pedesaan. Para ibu dituntut untuk berpartisipasi meningkatkan perekonomian keluarga dengan membuat hasil karya berupa kerajinan dan olahan yang bahan dasarnya berasal dari potensi desa.
"Perempuan harus punya kiprah dalam meningkatkan perekonomian keluarganya. BUM Des di Kabupaten Tabanan harus digalakkan dengan mengangkat potensi yang dimiliki masing-masing desa," ujar perempuan yang melepas masa lajangnya pada 2012 itu.




Leave a Reply



Masukkan 6 kode diatas)