WARIH PEKAK BANGSING "SPONSOR" NGABEN MASSAL PASEK KUBAYAN BIASLANTANG
Kdk Sudar - 27 September 2016 - 190 Pembaca

KARANGASEM - Untuk pertama kali, Pasemetonan Pasek Kubayan Biaslantang, Desa Adat Tukad Besi, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem menggelar ngaben massal pada rahina Wraspathi Paing Medangsia (29/9) besok.

Menariknya, peserta ngaben massal tidak dipungut biaya alias gratis, karena seluruh biaya sepenuhnya ditanggung oleh warih (keturunan) Pekak Bangsing dari Banjar Biaslantang Kaler, Desa Purwakerthi, Abang, Karangasem.

Salah seorang warih Pekak Bangsing, I Ketut Mertha Suyasa menjelaskan selain ngaben juga dilaksanakan memukur, potong gigi, dan mepetik massal secara serentak, Selasa (11/10) di pelataran petak Banjar Biaslantang Kaler, Kecamatan Abang, Karangasem.

Tercatat 11 orang ikut ritual ngaben dan satu ngelungahang. Sementara memukur 44 sawa, metatah (potong gigi) diikuti 26 orang.

"Ngaben dan memukur serta rangkaian acara lainnya adalah salah satu bentuk dari panca yadnya, yakni pitra yadnya yang merupakan pengorbanan suci kepada para leluhur. Upacara yang pertama kali dilaksanakan ini adalah hasil kesepakatan dari keturunan Pekak Bangsing kemudian mengajak seluruh Pasemetonan Pasek Kubayan Tukad Besi untuk bersama-sama menggelar ritual pitra yadnya," ujar mantan Perbekel Desa Purwakerthi dua periode ini ditemui disela-sela persiapan acara.

Pihaknya membenarkan segala beban biaya yang ditanggung pada prosesi mencapai 600 juta lebih sepenuhnya ditanggung oleh keturunan Pekak Bangsing yang disponsori oleh I Ketut Martha, SH yang notabena Kasatpol PP Pemkab Badung.

"Kami selalu ingat pesan leluhur agar menggelar ritual pitra yadnya dengan semangat kebersamaan, senantiasa merangkul dan membantu semeton yang kurang mampu," kata Mertha Suyasa didampingi Perbekel Desa Purwakerthi, I Nengah Karyawan.

Berangkat dari "bisikan" itu, pihaknya menggelar rembug keluarga menyetujui gelar ritual pitra yadnya tanpa membebani biaya kepada warga lainnya. "Memang ada beberapa sumbangan dari warga lain yang bersifat tidak mengikat dalam bentuk uang dan barang," sambungnya.

“Semua biaya upacara gratis, karena untuk meringankan beban masyarakat," terangnya seraya menambahkan warga pasemetonan hanya dibebani ngayah membuat tetaring dan aneka persiapan lain. Khusus untuk bebantenan sudah disiapkan oleh tapini Ida Ayu Wayan Manik dari Geria Toya Malong, Desa Culik, Abang, Karangasem. Sedangkan bertindak selaku pengerajeg karya, I Ketut Martha, SH.

Selain melibatkan pasemetonan Pasek Kubayan sendiri, ritual ini juga didukung penuh oleh segenap krama Desa Adat Tukad Besi.

Dijelaskan, rangkaian acara diawali nanceb tetaring (24/7) lalu dilanjutkan prayascita wewangunan dan negtegang pada 16 September. Sementara nunas tirta dilaksanakan 20 September di lima lokasi, yaitu Pura Luhur Lempuyang, Pura Pedarman Ratu Pasek dan Pura Penataran Agung Besakih, Pura Kawitan Pasek Kubayan di Desa Wangaya, Penebel, Tabanan, dan Pura Dalem Desa Adat Tukad Besi. Ngulapin di Prapatan Agung dilaksanakan pada 25 September dilanjutkan nunas ke Pura Dalem, munggah tumpang salu, dan ngeringkes pada 26 September. Sedangkan nunas toya ning dan ngaskara dilakukan 28 September. Acara pamungkas adalah melaspas petulangan lanjut ritual ngaben pada 29 September. Sedangkan rangkaian memukur dimulai upacara rsi gana pada 2 Oktober, ngangget don bingin 7 Oktober, dilanjutkan nunas tirta di Pura Besakih dan Pura Lempuyang pada 8 Oktober. Puncak acara memukur dan nganyut ke Segara Amed pada 11 Oktober mendatang dilanjutkan ngelemekin dan meajar-ajar.

Seluruh prosesi ini melibatkan tiga sulinggih, yaitu Ida Pedanda Gede Karang Manuaba (Geria Kecicang), Ida Pedanda Istri Keniten (Geria Pendem), dan Ida Pedanda Gede Demung Sogata (Geria Demung Culik). dus


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)