STIKOM Bali Gelar Konferensi Internasional Tentang Cyber Dan IT
Redaksi - 09 Agustus 2017 - 61 Pembaca

Denpasar – Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta membuka Konferensi International tentang Cyber dan IT Servis Manajemen di kampus STIKOM Bali, Denpasar, Selasa (08/08). Konperensi bertajuk “The 5thInternational Conference on Informatioan Technology for Cyber and IT Service Management (CITSM) 2017 ini adalah kerja sama STIKOM Bali dengan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.


Dalam sambutannya Sudikerta berharap konperensi ini dapat memberikan sumbangan berarti bagi perkembangan IT untuk kehidupan yang lebih baik, terutama di dunia pendidikan. “Konperensi ini sangat penting untuk menghasilkan berbagai inovasi dalam bidang IT, terutama di Bali IT menjadi salah satu sarana untuk pelestarian budaya Bali,” kata Sudikerta sambil mengajak para peserta konperensi memanfaatkan waktunya untuk mengujungi oyek-obyek pariwisata di Bali.


Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, konperensi internasional selama tiga hari ini adalah sebuah forum untuk membahas berbagai inovasi hasil dan pengembangan penelitian di bidang IT manajemen, aplikasi IT, keamanan dunia maya dan IT, dan teknologi Informasi yang paling actual. “Kita harapkan, konperensi ini membuka wawasan baru para dosen kita tentang hasil-hasil penelitian bidang IT, baik yang berkembang di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Dadang Hermawan.


Ketua Panitia CITSM 2017 Husni Teja Sukamana, mengatakan tujuan utama konperensi ini adalah untuk menyiapkan forum bagi kalangan akademik, ilmuwan, peneliti dan pelaku indutsri untuk mempersentasikan hasil dari kegiatan penelitian mereka di bidang TI dan computer. “Fokus utama konperensi ini adalah untuk menciptakan media yang efektif yang mewadahi berbagai institusi dan industri untuk berbagai gagasan dan teknik penyelesaian masalah,” kata dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.


Sementara itu Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti-yang menaungi STIKOM Bali-Prof. Dr. I Made Bandem, MA menambahkan, dunia saat ini diperhadapkan pada berbagai tantangan untuk menciptakan suatu ekosistem yang seimbang dimana teknologi menjembatani masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang dan juga mendayagunakan sarana untuk melestarikan warisan leluhur dan mengembangkan berbagai penemuan baru.


“Melalui konperensi ini, kita dapat mengembangkan diri menjadi sebuah asset yang besar untuk meciptakan sebuah aplikasi dan pendekatan berteknologi tinggi yang memungkinkan terjadinya sinergi di antara tradisi dan berbagai penerapan teknologi modern,”.



Pada kesempatan ini Prof. Bandem juga sedikit mengulas pernyataan seorang pujangga, filosof (Kawi Agung) Ida Pedande Made Sidemen, yang menyatakan dalam geguritan Salampah Laku “tong ngelah karang sawah, karang awake tandurin” yang artinya “Jika tak punya sawah, tanamilah dirimu dengan pengetahuan dan kebijaksanaan”.


Usai upacara pembukaan, ditandatangani MoU antara STIKOM Bali dengan Johanes Kepler University Linz, Austria di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.(Putra/CB)


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)