Second Bisnis Ditinggal Pelaku Usaha di Bali
Redaksi - 26 Mei 2017 - 64 Pembaca

Badung, cahayabali.com - Lambatnya perkembangan ekonomi di Bali sejak tahun 2012 hingga 2017, banyak para pembisnis atau pelaku usaha yang meninggalkan second bisnisnya secara nasional. Karena itulah, perlu adanya informasi yang diberikan kepada para pembisnis di Bali agar bisa mengantisipasi dan mengambil oportunity untuk menggairahkan bisnis menjadi yang baik.
Hal tersebut disampaikan, CEO Direktur Utama Bpr Lestari Pribadi Budiono saat Seminar Bali Busines Round Table yang diadakan BPR Lestari di Kuta belum lama ini. Dikatakan, dari data pemerintah menyebutkan perekonomian tumbuh dan berkembangnya secara masional, termasuk di Bali. Tapi kenyataannya masih sangat memprihatikan kondisinya, apalagi jika dilihat dari tahun 2012 hingga saat ini pertumbuhan bisnis terus mengalami penurunan.
"Apa yang dikatakan pemerintah dibilang bahwa sekarang ini perkembangan bisnis mengalami peningkatan yang luar biasa, tapi pada kenyataan dari tahun 2012, 2013, 2014 hingga 2017 sama sekali tidak bergerak. Dilihat dari kacamata buku bank yang statistiknya melambat dan banyak mengalami permasalahan berati gambaran yang riil bisnis yang ada di masyarakat, secara nasional buku bank pertumbuhan kreditnya melambat. Selain itu NPL nya naik yang sekarang terjadi secara global," ungkapnya.
Pribadi menambahkan, dengan adanya situasi ekonomi yang tidak bergerak, banyak para pengusaha yang meninggalkan second bisnisnya dan lebih banyak kembali pada bisnis utamanya "back to basic". Padahal akibatnya, dengan ditinggalkanya second bisnis itu, malah membawa dampak yang cukup drastis, misalnya terjadi pengurangan karyawan. Selain itu memberikan peluang pada pengusaha baru dan persaingan yang kecil. "Kondisi sekarang ibarat Moto Gp yang ada pitt stopnya, dengan berhentinya para pengusaha untuk meninggalkan second bisnisnya. Secara otomatis peluang tersebut diambil oleh pengusaha baru yang ibaratnya disalip," imbuhnya.
Terkait Seminar Bali Rounds Table ini, dikatakan Pribadi sebagai acara yang rutin yang diadakan BPR Lestari untuk memberikan informasi yang ter-update pada customer serta masyarakat yang lainya. Karena informasi sekarang sangat cepat berubah terutama dari beberapa tahun terakhir ini ekonomi secara nasional mengalami kelambatan, dan ini perlu direfresh kepada para pengusaha pengusaha dan pembisnis di Bali.
"Dengan adanya Round Table ini kami harapkan agar bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya serta kendala apa yang terjadi dan peluang apa yang harus diambil. Jadi dengan adanya informasi yang kita berikan kepada para pembisnis di acara ini bisa mengantisipasi dan mengambil oprtunity-nya. tandasnya. (putra)


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)