Rekomendasi KBS Terganjal Tiga Calon Kuat Dari PDIP
Redaksi - 28 Mei 2017 - 3138 Pembaca

Denpasar, cahayabali.com - Delapan DPC Pdip Bali telah menggelar Rakernas dan sepakat mengusung I Wayan Koster sebagai calon gubernur pada pilkada bali 2018, tapi itu blum final, semua masih bisa berubah. Sebelum Megawati Soekarnoputri meneken rekomendasi, segalanya bisa terjadi. Bahkan pernah PDI Perjuangan dalam injury time mengubah rekomendasi. Siapa yang akan final diusung PDI Perjuangan? bisa Koster, bisa Rai Mantra, bisa Adi Wiryatama dan bisa juga Puspayoga.


Merujuk pada tradisi PDIP, yang paling berhak maju menjadi cawagub adalah I Wayan Koster yang sekarang menjabat sebagai ketua DPD PDIP Provinsi Bali, sementara Adi Wiryatama yang Ketua DPRD Prov. Bali juga memiliki kans di usung PDIP karena disamping memiliki basis massa yang solid, juga dikabarkan memiliki kedekatan khusus dengan Ananda Prayoga Prabowo, Putra Presiden ke 5 Megawati Sukarnoputri yang isunya memiliki hak teritory untuk konsolidasi PDIP di wilayah Bali dan Nusra. Sementara A.A Puspayuga yang menjabat sebagai Mentri Koperasi dan Usaha kecil dan menegah jelas-jelas memiliki kedekatan khusus dengan Ibu Mega, diisukan juga bakal maju tarung lagi pada hajatan pilgub Bali 2018.


Koster sendiri jauh-jauh hari sudah memasang sejumlah alat peraga baliho dari ukuran kecil sampai ukuran besar yang sudah tersebar diseluruh pelosok Bali, "Tapi itu bukan jaminan sudah pasti beliau yang bakal mendapat rekomendasi, karena masih harus melalui proses penjaringan dan penyaringan dan tidak mustahil Koster akan terancam degradasi jika ia tak mampu melewati elektabilitas Sudikerta." Ujar seorang relawan KBS yang tak mau disebutkan.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristyanto yang memberikan keterangan usai Rakernas membeberkan bahwa  Rakernas tersebut berlangsung secara tertutup dan tak boleh diliput oleh media. Hal ini karena menurutnya Rakernas ini murni membahas dan mengevaluasi terhadap program-program PDIP ke depan. “Kami mohon maaf bahwa seluruh rangkaian acara ?Rapat Kerja Nasional yang kedua yang dimulai bertepatan dengan hari kebangkitan nasional dilaksanakan secara tertutup karena memang ini bagian dari konsolidasi dan bagaimana partai merancang evaluasi program-program partai ke depan,” katanya kepada awak media usai Rakernas, Minggu (21/5/2017) malam.


Disinggung mengenai hasil Rakernas tersebut, Hasto mengatakan bahwa secara umum Rakernas tersebut menghasilkan beberapa keputusan penting.(ade/CB)


Reporter: Ade


Editor : Day Kurniawan


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)