Pengusaha Property Propamkan Oknum Penyidik Polsek Kuta
Nanta - 12 Mei 2017 - 154 Pembaca

Denpasar, cahayabali.com - Pengusaha Property, Ony Solehoeddin didampingi Noverian N Utama, selaku kuasa hukumnya, pengusaha property asal Sumenep ini akhirnya melaporkan oknum penyidik Polsek Kuta ke Propam Polda Bali, Jumat (12/5).

Ony mengatakan, bahwa ini merupakan jalan bagi dirinya dalam mencari keadilan dari kasus yang dialaminya. "Saya awalnya mau bersabar, namun karena sudah terlalu lama dan tidak mendapat kepastian soal kasus yang saya laporkan, maka saya terpaksa membawa persoalan ini ke Propam Polda Bali," ucapnya saat ditemui di Denpasar.

Setelah mengucapkan itu, Ony kemudian meminta awak media untuk bertanya langsung kepada kuasa hukumnya. Menurut Noverian, sekitar pukul 10:30 Wita mereka diterima bagian pengaduan masyarakat Bid Propam Polda Bali. Disana mereka kemudian menceritakan kronologi awal kasus yang dialami oleh kliennya.

"Disana kami ditanya, siapa yang akan dilaporkan. Kemudian saya jawab, untuk siapa yang kami laporkan silahkan bapak-bapak yang mendalami. Oleh mereka kemudian dijawab, kalau gitu penyidik disana siapa namanya yang pertama kali memeriksa. Itu saja yang dilaporkan," ucapnya menjelaskan.

Noverian menerangkan, Propam Polda Bali kemudian menyarankan untuk membuat kronologi kejadian, karena itu merupakan syarat awal untuk membuat laporan. "Laporan kami tetap diterima, namun kami diminta untuk membuat kronologi laporan, serta nama penyidik yang pertama kali menangani kasus tersebut. Akhirnya saya bilang hari senin balik lagi untuk menyerahkan berkasnya," lanjutnya.

Menurut Noverian, pihaknya tidak mempunyai maksud apapun dalam membuat laporan ke Propam Polda Bali. Hanya yang membuat mereka terpaksa melakukan itu karena selama ini penyidik Polsek Kuta dianggap tidak serius dan bertele tele dalam menangani kasus yang dilaporkan.

"Sebenarnya gampang kok kalau mau serius menangani kasus ini. Kalau dianggap tidak ada perampasan sertifikat, polisi bisa minta bukti rekaman CCTV di bank, tinggal buka tanggal berapa, jam berapa kejadiannya. Ini nggak ada sama sekali mereka melakukan itu," ucapnya.

Setelah berbagai upaya dilakukan dan merasa tidak mendapat jalan, Noverian kemudian menyarankan agar Ony Solehoeddin membuat laporan ke Propam Polda Bali. "Kami yakin laporan kami diterima dengan baik. Besok hari senin kami akan kembali ke Polda untuk melengkapi berkas-berkas yang diminta," terangnya. (Putra)


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)