Marsya Gusman, Duta Internet Indonesia 2017
Redaksi - 10 Mei 2017 - 149 Pembaca

NUSA DUA, Cahaya Bali – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Minggu (30/4) dini hari mengumumkan pemenang Duta Internet Indonesia 2017, yakni Marsya Gusman (23). Perempuan cantik asal Jakarta ini tidak saja memahami seluk-beluk dunia internet, tetapi juga berjiwa pengusaha.

Marsya sapaannya, salah satu dari lima finalis yang mewakili DKI Jakarta dalam ajang kontes kecantikan yang unik ini, setelah sebelumnya mengalahkan 60 kontestan lainnya dari ibu kota. Pada acara Grand Final Duta Internet 2017 yang diadakan di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, APJII menyeleksi 36 finalis dari 12 provinsi yang menampilkan kemampuannya dalam keserasian berbusana, kepercayaan diri, dan kemampuan dalam mengedukasi masyarakat tentang dunia internet dalam bentuk presentasi.

“Saya sungguh tidak menyangka, sebetulnya saya bisa sampai di acara (Grand Final-red) di Bali saja sudah bersyukur. Finalis dari daerah lain sangat cerdas, pintar dan cantik. Mereka adalah yang terbaik dari masing-masing daerahnya,” ungkap Marsya, yang juga pernah menyabet gelar Miss Earth Best Talent 2016. Miss Earth adalah kontes kecantikan tahunan berskala internasional bertema lingkungan hidup, dan bertujuan mempromosikan kepedulian dan kepekaan terhadap masalah lingkungan.

Mengangkat tema Internet for Everyone, Marsya berhasil memukau para juri dengan presentasi yang dibuat hanya dalam waktu tujuh menit di hadapan dewan juri, hadirin dan pendukung para finalis.

Alumni Bachelor of Business dari Deakin University di Melbourne, Australia ini mengatakan, internet bukan hanya istilah-istilah asing buat publik, seperti ISP (Internet Service Provider), bandwith, tapi sesuatu yang mudah dipahami publik dari semua kalangan.

Marsya yang juga Duta Badan Narkotika Nasional (BNN), berencana mengkampanyekan internet sehat dan positif untuk publik, dan melakukan edukasi untuk membuat internet bukan hanya tempat narsis di media sosial.

Sementara Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Semuel “Sammy” Abrijani Pangerapan mengatakan, Duta Internet Indonesia 2017, merupakan duta pertama Indonesia yang segera mengemban tugas penting mengedukasi masyarakat manfaat internet. Hal ini supaya orang dapat menggunakan teknologi dunia maya tersebut dengan lebih cerdas, produktif dan kreatif.

“Sekarang Indonesia sedang bertransformasi ke dunia digital. Ada tiga komponen yang perlu di perhatikan dalam transformasi ini, yakni komponen masyarakat, bisnis dan pemerintah. Program seperti ini penting untuk komponen masyarakat,” ungkap Semuel, yang merupakan mantan Ketua Umum APJII periode 2012-2015.

Duta Internet juga diharapkan membantu program pemerintah melawan hoax, dan mengkampanyekan internet sehat. “Kalau kita berpikir menggunakan internet secara positif, kreatif dan cerdas, pasti nggak berpikir negatif lagi. Kita sedang bertransformasi, kalau kita mikir yang negatif, begitu kita sadar kalau ternyata internet banyak sekali manfaatnya, ternyata kita sudah ketinggalan jauh, jadi tidak bisa merasakan lagi manfaat positifnya baik untuk bisnis maupun hal lain,” kata Sammy.

Pada Grand Final di Bali, APJII juga mengumumkan tiga besar finalis dalam ajang kecantikan unik ini, yakni Hasthi N.M. yang merupakan finalis dari DI Yogyakarta dan Dinda Saraswati, finalis dari Jawa Tengah. Kedua finalis ini bisa menggantikan tugas Marsya seandainya berhalangan.

Ajang Duta Internet Indonesia 2017 yang mengangkat tema “Pesona Kecerdasan Merah Putih di Dunia Internetku” merupakan yang pertama kalinya APJII mengadakan kontes secara nasional, setelah sukses menyelenggarakan Miss Internet Bali selama tiga tahun berturut-turut.

Tahun ini, APJII melibatkan 12 provinsi di Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali dan Sulawesi Utara.

Marsya, gadis segudang talenta yang telah dinobatkan menjadi duta utama APJII selama satu tahun, berhak membawa pulang hadiah senilai Rp 100 juta. Sedangkan juara kedua, ketiga, dan juara favorit juga mendapatkan hadiah berupa uang tunai puluhan juta rupiah.(ade/cb)


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)