Made Urip "Bumikan" Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan
Sasar Anggota STT 9 Banjar se-Desa Bongan
Redaksi - 12 Juni 2017 - 60 Pembaca

Jurnalis : Nanta

Tabanan, cahayabali.com - MPR RI yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si kembali "membumikan" pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Tabanan, Minggu (11/6). Sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan yang menghadirkan narasumber I Wayan Gunadi dan I Wayan Dika Sumantra ini, juga menyasar elemen masyarakat, khusus ratusan Anggota STT (Sekehe Teruna Teruni) dari 9 banjar se-Desa Bongan.

Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan itu, langsung disambut Perbekel Desa Bongan bersama Kelian Adat dan Dinas beserta sejumlah Tokoh Masyarakat se-Desa Bongan dengan diiringi baleganjur. Pada kesempatan itu, Perbekel Desa Bongan, I Ketut Sukarta, SE menegaskan sangat menyambut positif Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digagas Made Urip dengan menyasar para generasi muda sebagai tulang punggung bangsa dan menjadi penerus perjuangan demi mengisi pembangunan baik mulai dari banjar, desa dan seterusnya.

Disamping itu, selaku Perbekel mengaku sangat bangga bisa menghadirkan Made Urip ditengah tugas dan kesibukannya yang tidak waktu luang bagi diri sendiri, karena sejak pagi diajak turun ke masyarakat hingga malamnya bertatap muka untuk Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. "Karena itu apa yang dipaparkan oleh Pak Made Urip harus bisa dipahami. Jadi kita ucapkan terimakasih kepada Pak Urip yang sangat memperhatikan Desa Bongan dan terus berjuang di Komisi IV DPR," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua STT Dharma Santika Bongan Gede, I Wayan Andi Galip Wirawan mengucapkan terimakasih atas perhatian Made Urip yang memberi sosialisasi terkait 4 pilar negara. Untuk itu, Made Urip diharapkan bisa terus melakukan sosialisasi agar generasi muda bisa peka terhadap 4 Pilar Kebangsaan. "Pak Urip juga sangat rajin membantu memajukan pemuda di Bali. Jadi kita sangat mendukung kegiatan sosialisasi seperti yang digalakan Pak Urip," tandasnya.

Sembari ditambahkan Pengurus STT Banjar Bongan Gede, Ni Made Inten Pramesti yang juga menyambut baik Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang menyasar generasi muda, karena akan melanjutkan cita-cita negara sehingga semuanya bisa bersama-bersama dan bergotong-royong membangun bangsa dan negara. "Sosialisasi ini sangat bermamfaat bagi kalangan remaja khususnya pelajar dan mahasiswa. kita harap bisa terus dilanjutkan karena banyak generasi muda yang belum tahu 4 Pilar Kebangsaan ini, sehingga harus diingatkan untuk mengamalkan kembali," paparnya.

Made Urip mengaku akan terus memberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, karena bertugas sebagai Anggota DPR juga sekaligus Anggota MPR RI yang terdiri dari Anggota DPR RI dan DPD RI. Apalagi juga ditugaskan partai sebagai Anggota Bangar (Badan Anggaran) MPR untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan sampai keluar negeri. "Saya sudah keliling mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan seluruh Bali, bahkan keluar negeri. Karena MPR sekarang hanya sebagai Lembaga Tinggi Negara," jelas Anggota DPR RI empat periode itu.

Karena itulah, setiap Anggota MPR wajib mensosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digagas mantan Ketua MPR, Taufik Kiemas untuk memperkuat kembali nasionalisme, persatuan dan kesatuan dan untuk menjawab persoalan didalam negeri yang sulit ditangani. "Sehingga dengan Sosialisasi 4 Pilar kebangsaan bisa memperat kembali rasa nasionalisme dan tidak terusik oleh suara-suara seperti Aceh Merdeka atau Papuan Merdeka yang harus disadarkan dan direvitalisasi dengan jalan sosialisasi ke seluruh wilayah NKRI," tegasnya.

Ditegaskan kembali yang dimaksud 4 Pilar Kebangsaan itu, pertama Pancasila sebagai ideologi negara, kedua UUD 1945 sebagai konstitusi negara, ketiga NKRI sebagai bentuk negara dan keempat Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang harus dipegang teguh agar masyarakat bisa bersatu padu dalam NKRI. "Karena para pendahulu sudah mengorbankan harta, benda dan jiwa raganya untuk merebut kemerdekaan. Jadi kita harus bisa melanjutkan semangat itu," sebutnya.

Selain itu, diharapkan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) juga harus setia terhadap komitmen yang digagas pendiri bangsa, Bung Karno. Seperti Hari Lahir Pancasila yang dikukuhkan 1 Juni sebagai hari libur nasional oleh Presiden Joko Widodo serta penjabaran UUD 1945 yang sudah empat kali diamandem sehingga merubah kehidupan berbangsa dan bernegara. "Itulah pentingnya memahami wawasan kebangsaan terkait 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai pegangan yang harus diperhatikan," tutupnya sembari menyerahkan sejumlah dana tali kasih yang diterima masing-masing Perwakilan Pengurus STT se-Desa Bongan.

Editor : Nanta


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)