Hari ini, Operasi Grab, Uber dan Go Car Dibekukan
Jika Melanggar, Izin Angkutan Langsung Dicabut
Nanta - 01 Juni 2016 - 9339 Pembaca


DENPASAR, cahayabali.com - Hari ini, seluruh operasi angkutan beraplikasi GrabCar, Uber Taksi dan Go Car dinyatakan dibekukan oleh Pemprov Bali, menyusul berakhirnya batas waktu aplikasi berbisnis angkutan tersebut untuk merespon larangan beroperasi di Bali, Rabu (1/6/2016). Sikap tegas tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishub, red), Ir. I Ketut Artika, MT karena dari batas waktu yang diberikan tersebut, ketiga aplikasi berbisnis angkutan ini malah tetap berani mangkir tanpa menyampaikan surat tanggapan apapun yang dijanjikan akan segera dikirim ke Dishub Bali. 


Wajar saja sikap membangkang pihak Grab, Uber dan Go Car tersebut dilakukan, karena ternyata saat ditelusuri lebih jauh ada dugaan mitra angkutan yang diajak kerjasama juga berani memanipulasi kerjasama ijin angkutan atau dipalsukan. Salah satunya Koperasi Wahana Dharma dibawah naungan Organda Bali, disebutkan Ketua Koperasinya, Ketut Ngurah Sutharma malah mengaku tidak pernah menandatangai kerjasama atau MoU dengan pihak GrabCar, sehingga diduga dipalsukan.


Oleh karena itu, ditegaskan operasional ketiga aplikasi angkutan tersebut dinyatakan langsung ditutup di Bali, sebagai hasil Rapat Pembahasan Keberadaan Aplikasi Online pada Layanan Angkutan Umum di Bali, pasca terbitnya peraturan Menteri (PM) No.32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam Trayek di Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali, Kamis (26/5/2016).


Kembali ditegaskan bahwa surat Gubernur No.551/2783/DPIK tertanggal 26 Pebruari 2016 yang melarang operasional Taksi Uber dan GrabCar di Bali dinyatakan masih berlaku. Sehingga larangan yang sama juga langsung dilayangkan bagi layanan aplikasi Go Car di Bali. Namun larangan tersebut tidak pernah dihormati oleh ketiga aplikasi berbisnis angkutan tersebut, sehingga akhirnya dibekukan oleh Dishub Bali, karena dianggap sudah tidak memiliki komitmen dan hanya berwacana saja untuk memberikan keputusan, akibat ketiga angkutan online tersebut tidak mau menanggung rugi, karena dilarang beroperasi.


Untuk itu, apabila masih ditemukan adanya penggunaan aplikasi Uber, Grab dan Go Car di Bali, maka sebagaimana ditegaskan dalam rapat tersebut, Kartu Pengawasan Ijin Operasi Angkutan Sewa Kendaraan yang menggunakan salah satu aplikasi tersebut akan langsung dibekukan selamanya oleh Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali, sehingga tidak bisa lagi beroperasi secara ilegal. "Jika ada Grab, Uber dan Go Car yang beroperasi, akan kita bekukan kartu pengawasan ijin operasinya," tegas Artika saat dihubungi, Rabu (1/6/2016).


Sikap tegas membekukan dan mencabut ijin angkutan yang menggunakan aplikasi GrabCar, Uber Taksi dan Go Car juga tidak bertentangan dengan peraturan yang ada. Karena Pemprov Bali mempunyai wewenang dan berhak mengatur angkutan. Hal itu juga sudah sesuai dengan surat jawaban dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI yang menyatakan surat larangan Gubernur Bali tetap sah dan daerah berhak menentukan kebijakan transportasi di daerahnya sendiri. Jadinya pembekuan dan pencabutan ijin angkutan bisa ditentukan oleh Gubernur Bali yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dishub Bali.


Seperti diketahui, pembekuan Grab, Uber dan Go Car di Bali dilakukan juga sudah sesuai dengan hasil kesepakatan saat pertemuan Dishub Bali dengan ketiga angkutan online tersebut untuk berhenti beroperasi, karena sudah dilarang Gubernur Bali, Made Mangku Pastika selama ketiganya belum melengkapi ijin dan memenuhi semua peraturan berbisnis angkutan yang ditetapkan pemerintah. Sayangnya surat jawaban yang dijanjikan akan segera dilayangkan oleh ketiga aplikasi berbisnis angkutan tersebut hanya isapan jempol. Karena kenyataannya sampai saat ini tidak ada tanggapan dari ketiga aplikasi tersebut yang diterima pihak Dishub sampai batas waktu yang dijanjikan. [PB/5412]


Beri Komentar



Masukkan 6 kode diatas)