Pemerhati Sejarah : Yang Ngaku Raja Majapahit Salah Memahami Sejarah
Redaksi 30 Mei 2016

Denpasar, CahayaBali.com - Pemerhati sejarah dari Forum Surya Majapahit menyatakan, pihak-pihak yang mengaku-ngaku sebagai Raja Majapahit sudah saatnya berhenti melakukan aksinya karena memang tidak sesuai dengan fakta sejarah yang sebenarnya. Forum Surya Majapahit menilai yang mengaku-ngaku Raja Majapahit salah memahami sejarah.
 
Hal ini disampaikan Ketua Forum Surya Majapahit, Iwan Pranajaya, kepada Beritabali.com. Iwan Pranajaya mengaku sudah lama gerah, dengan adanya pengakuan pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai Raja Majapahit.
 
"Ini harus segera dihentikan (klaim Raja Majapahit). Ini berbahaya bagi generasi penerus kita. Bagaimana nanti kalau hal-hal atau pengakuan yang tidak benar ini dipercaya sebagai hal yang benar? Siapa nanti yang bertanggung jawab jika penyampaian sejarah sudah dibuat tidak sesuai fakta sejarah?," ujar Iwan.
 
Penyusun buku "Geger Nusantara" ini menambahkan, pengakuan sebagai Raja Majapahit oleh pihak-pihak tertentu sebagai pengakuan dari orang yang tidak memahami sejarah. 
 
"Harus benar-benar dipahami, bahwa arti kata "Nararya Dalem" dan "Dalem" itu jelas berbeda. Nararya Dalem adalah para Arya yang mendampingi Dalem di masa pemerintahan Dalem Ketut Ngulesir di Gelgel. Sedangkan Dalem adalah Raja tertinggi dalam pemerintahan kerajaan. Selama ini di plang atau papan depan pura kawitan milik orang yang mengaku Raja Majapahit ini, jelas-jelas terpampang tulisan "Nararya Dalem Kresna Kepakisan", yang memiliki arti patih dari dalem atau raja. Munculnya plang tersbut seperti baru dan tidak sesuai dengan sejarah, karena Tegeh Kori tidak termasuk dalam salah satu Nararya Dalem di era pemerintahan Dalem Ketut Ngulesir,"papar Iwan Pranajaya.
 
Lebih Lanjut Iwan menyatakan, masyarakat Bali tidak semua bisa dibodohi lewat permainan babad sejarah dan lontar abal-abal, dan kemudian mengaku-ngaku diri sebagai seorang Raja Majapahit.
 
"Kita di Forum Surya Majapahit tidak ada sentimen pribadi atau ada maksud, misi, atau agenda tertentu, apalagi dikaitkan dengan politik jelang pilkada Bali, namun kita mengedepankan pelurusan sejarah agar generasi muda kita dan umat tidak dibuai oleh hal-hal yang keliru," ujarnya.
 
Terkait pernyataan pemerhati sejarah dari Forum Surya majapahit ini, "Raja Majapahit" belum berhasil dikonfirmasi. Beritabali.com sudah mengajukan permintaan waktu untuk wawancara langsung. Namun hingga kini permintaan wawancara langsung itu belum mendapat respon. Namun di media sosial ia menyatakan klaim raja ini sudah sesuai dengan sejarah yang ada di puri keluarganya.