Di Beri Uang 50rb Oleh Sudikerta, "Alif" Rencana Tak Akan Belanjakan
Redaksi 31 Juli 2016

JEMBRANA, Disela-sela kunjungan ke Kab. Jembrana dalam rangka menghadiri Pembukaan Diklat Provos Banser GP. Ansor Kab. Jembrana, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang juga selaku Dewan Pertimbangan FKKAUB(Forum Komunikasi dan Kordinasi Antar Umat Beragama) Prov. Bali, Sabtu kemarin(30/7) menyempatkan diri mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Kudus, MTs Negeri Mendoyo.

Suasana riang anak-anak pondok terasa lepas ketika Wagub Ketut Sudikerta bercengkrama dengan mereka diselingi canda dan saat Wagub Sudikerta melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada anak-anak pondok tersebut seputar ke-rohanian dan nama-nama pejabat Bali dan Jembrana. Sejumlah anak ada yang langsung bisa menjawab dan oleh Wagub dihadiahi uang lima-puluh ribu rupiah. Dan adapula yang tidak bisa menjawab, bahkan ada yang dihukum "push up" oleh Wagub Sudikerta karena menjawab salah pertanyaan soal hitungan.

"Karena kamu menjawab salah, kamu saya hukum push up 10 kali," ujar sudikerta kepada anak yang menjawab salah, dan anak itupun langsung maju dan melaksanakan hukuman seperti yang diperintahkan.

Usai menemui anak-anak panti asuhan, Sudikerta  melanjutkan acara Halal bil halal yang sekaligus dibarengi dengan pembukaan Diklat Provos Banser GP. Ansor Kab. Jembrana yang lokasinya tak jauh dari pondok pesantren.

Alif, paling kiri bersama teman sesama anak pondok pesantren Sunan Kudus, Mendoyo, Jembrana(30/7)

Hal yang menarik pada saat itu adalah saat salah seorang anak panti asuhan yang bernama Alif sedang melaksanakan tugas bersih-bersih, saat ditanya oleh awak media akan diapakan uang pemberian Wagub, Alif menjawab tidak akan dibelanjakan "Tidak saya belanjakan, tapi mau saya liminating untuk kenang-kenagan dengan Pak Sudikerta" ujarnya.(Ade/CB)